Daur Ulang Sampah Plastik

5 Jun


Namanya saja sampah tentu sudah tak digunakan dengan beragam sebab. Selain telah bercampur dengan beragam zat atau unsur berbahaya, sampah mestinya dimusnahkan. Jika sampah didaur ulang, tentunya sampah tak lagi hilang tetapi hanya berganti bentuk. Lagi-lagi, sampah akan mengotori kehidupan kita. Dan itu lebih berbahaya jika sampah itu dibuat dari plastik. Sebuah kisah pagi yang mudah-mudahan bermanfaat.

Di sebuah daerah, ada pengusaha memanfaatkan sampah plastic. Sampah-sampah plastic itu dikirim oleh truk-truk setiap periode tertentu. Lalu, sampah plastic itu dicincang atau dipotong kecil-kecil. Selanjutnya, plastic itu dicuci dan dijemur agar mengering. Setelah kering, sampah plastic itu dibersihkan dari zat pewarna. Dengan proses kimiawi, warna sampah plastic itu berubah menjadi putih kembali. Maka, jadilah bijih plastic daur ulang yang siap digunakan untuk memproduksi beragam bentuk peralatan.

Sampah plastic termasuk sampah anorganik. Itu berarti bahwa sampah plastic tidak dapat dihancurkan oleh bakteri tanah. Sampah plastic akan tetap bertahan puluhan tahun, bahkan selama-lamanya. Sungguh sampah plastic itu teramat berbahaya bagi kesuburan tanah. Oleh karena itu, sampah plastic mestinya dihancurkan dan tidak dibuang sembarang tempat.

Mungkin didesak oleh kebutuhan hidup, banyak orang memanfaatkan sampah-sampah plastic itu. Banyak pengusaha mengambil celah “bisnis” dengan menjadi pengepul dan pengusaha peralatan yang dibuat dari plastic. Karena bijih plastic asli begitu mahal, banyak pengusaha menyiasatinya dengan mendaur ulang sampah plastic. Secanggih apapun peralatan yang digunakan, tentunya sampah-sampah itu telah tercemar oleh beragam zat berbahaya.

Warga merasa mendapat kesempatan. Maka, mereka berlomba-lomba menjadi pemulung sampah plastic. Mereka mendatangi sampah-sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sampah-sampah plastic itu dipungut dan lalu dikumpulkan. Dalam jumlah tertentu, plastic itu dibedakan menurut jenisnya. Selanjutnya, plastic itu dijual kepada para pengusaha untuk didaur ulang. Begitulah aktivitas keseharian yang terlihat di tempat-tempat pembuangan sampah.

Tentunya kegiatan itu perlu diperhatikan pemerintah. Meskipun memang masyarakat memerlukan bantuan dengan penyediaan lapangan pekerjaan, kegiatan mendaur ulang sampah plastic perlu dihentikan. Sampah-sampah itu sudah jelas-jelas bekas dipakai, lalu dibuang dan bercampur dengan beragam zat berbahaya lainnya. Sebersih apapun proses pencuciannya, tidak semua bakteri mati atau hilang dari sampah plastic itu.

Pemerintah perlu bergerak cepat agar pencemaran itu tidak mengarah kepada penggunaan peralatan yang dibuat dari sampah plastic daur ulang. Kesehatan masyarakat perlu menjadi prioritas karena jenis bakteri yang kebal terhadap proses pencucian sungguh merupakan bakteri yang teramat berbahaya. Dipanaskan dan diproses sedemikian lengkapnya saja tidak bisa mati, bagaimana nasib orang yang menggunakannya?

Melalui pengerahan aparat terkait, seharusnya pemerintah bergerak dan membina pengusaha itu agar mencari pekerjaan lain yang tidak membahayakan manusia lainnya. Memang pengusaha dan semua orang yang terkait akan mendapat keuntungan dari proses daur ulang sampah plastic itu. Namun, banyak orang justru menjadi korban karena penyakit baru yang akan diidapnya. Apakah pemerintah masih akan mendiamkan kegiatan itu? Sebelum terlambat, sebaiknya pemerintah bersikap tegas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: