Sampah Plastik pada Hutan Mangrove Muara Angke Kapuk, Jakarta

26 May

Hutan Mangrove Muara Angke Kapuk sendiri merupakan Hutan Mangrove Terakhir di kota Jakarta yang masih eksis dan bertahan walaupun dipepet terus oleh alih fungsi lahan pembangunan perumahan mewah daerah Kapuk dari tahun 80′an sampai sekarang dan dengan kondisi kritis bertahan dari gempuran sampah dan limbah sungai dari kota Jakarta.

Sampah dan limbah sungai sangat berpengaruh menggangu pertumbuhan pohon bakau dan menutup akar pernafasannya hingga sekarat dan mati.

Akses menuju Hutan Mangrove Muara Angke sekarang memang agak tersembunyi, dikepung rapat oleh perumahan mewah daerah Kapuk, hal inilah yang juga mempengaruhi daerah ini kurang begitu dikenal dan dikunjungi oleh para pelajar Jakarta dalam pendidikan pengenalan lingkungan hidup.

Hutan Mangrove yang tersisa sekarang mencakup Suaka Margasatwa (25,02 Ha) di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA DKI Jakarta) dan Hutan Lindung Angke Kapuk (44,76 Ha) di bawah pengelolaan Dinas Pertaniaan dan Kehutanan DKI Jakarta, serta beberapa blok kecil Mangrove sekitar jalan Tol Sedyatmo yang dijadikan ekowisata.

Fungsi penting hutan Mangrove seperti terabaikan dengan bertambahnya urban penduduk yang terus menggerus luas hutan di ujung pesisir Jakarta ini, fungsi penting itu diantaranya:

– Pelindung pantai penahan abrasi , penahan banjir dan gelombang laut.

– Mencegah intrusi air laut ke daratan (habisnya mangrove disinyalir sebagai salah satu penyebab telah merembesnya air laut sampai ke kawasan Monas di Jakarta Pusat)

– Sebagai habitat satwa , burung-burung, ikan, reptil dan biota perairan lainnya.

– Meningkatkan produktifitas sumber pangan perairan.

– Pendidikan, laboratorium hidup penelitian dan ekowisata.

Walaupun prihatin dengan kondisi hutan Mangrove yang penuh sampah dan perairan hitam yang berbau busuk karena limbah, aksi pembersihan dan mulung sampah ini sendiri terasa seru dengan canda tawa kaum muda yang memang rata-rata masih pelajar dan mahasiswa.

Berbagai macam bentuk sampah dapat ditemui disini mulai dari kemasan makanan Styrofoam, Sarung, potongan celana dalam, bra, bekas mainan plastik, kasur, hingga kondom, ban mobil dan kemasan plastik produk makanan, sabun, sampo dari perusahaan besar yang kerap menyerukan jargon “Ramah Lingkungan”, hal ini membuat para peserta prihatin sekaligus geli dan menjadi olok-olok para peserta atas penemuaan sampah-sampah ajaib tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: